Laporan Bacaan Pertemuan 11

KONSEP DASAR DAN KEDUDUKAN EVALUASI


Pengertian Evaluasi
Kata evaluasi sering digunakan dalam pendidikan. Dalam konteks ini, evaluasi berarti penilaian atau pengukuran. Namun, menurut (Rizal Fahmi dalam artikelnya) menyatakan banyak dari kita yang belum memahami secara tepat arti kata evaluasi, pengukuran, dan penilaian. Bahkan, banyak orang mengartikan ketiganya dengan satu pengertian yang sama. Hal ini karena orang hanya mengidentikkan kegiatan evaluasi sama dengan menilai. Karena biasanya, aktivitas mengukur sudah termasuk di dalamnya. Pengukuran, penilaian, dan evaluasi (dalam jurnal Zainal arifin yang berjudul Evaluasi pembelajaran) merupakan kegiatan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain, dan dalam pelaksanaannya harus dilakukan secara berurutan.
Pengukuran pada dasarnya merupakan kegiatan penentuan angka bagi suatu objek secara sistematik. Penentuan angka ini merupakan usaha untuk menggambarkan karakteristik suatu objek.Selain itu, pengukuran juga pada dasarnya merupakan kuantifikasi suatu objek tau gejala. Semua gejala atau objek dinyatakan dalam bentuk angka atau skor, dan objek yang diukur bisa berupa fisik maupun non fisik. Dalam pengukuran harus menggunakan alat ukur (tes atau non- tes).
Istilah penilaian merupakan alih bahasa dari assessment, bukan dari istilah evaluation. Depdikbud mengemukakan penilaian adalah suatu kegiatan untuk memberikan berbagai informasi secara berkesinambungan dan menyeluruh tentang proses dan hasil yang telah dicapai siswa. Sedangkan Gronlund mengartikan penilaian adalah suatu proses yang sistematis dari pengumpulan, analisis, dan interpretasi informasi/ data untuk menentukan sejauh mana peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penilaian adalah proses atau kegiatan yang sistematis dan berkesinambungan untuk mengumpulkan informasi tentang proses dan hasil belajar siswa dalam rangka membuat keputusan- keputusan berdasarkan kriteria dan pertimbangan tertentu.
Selanjutnya, tentang istilah evaluasi.Secara harfiah, evaluasi berasal dari Bahasa Inggris, yaitu“evaluation”, sedangkan dalam Bahasa Arab yakni “at- taqdir” yang berarti penilaian atau penaksiran.

2. Kedudukan Evaluasi Pembelajaran
Kedudukan evaluasi (dalam jurnal Zainal Arifin) dalam proses pembelajaran sangat penting dan bahkan dapat dipandang sebagai bagian yang tak terpisahkan dengan keseluruhan proses belajar dan pembelajaran. Penting karena dengan evaluasi diketahui apakah belajar dan pembelajaran tersebut telah mencapai tujuan atau belum dan dapat mengetahui factor-faktor apa saja yang menjadikan penyebab belajar dan pembelajaran itu berhasil atau tidak. Tidak hanya itu, dengan evaluasi juga diketahui dimanakah letak kegagalan dan kesuksesan belajar dan pembelajaran.
Evaluasi juga punya kedudukan yang tak terpisahkan dari belajar dan pembelajaran secara keseluruhan. Selama kegiatan belajar dan mengajar berlangsung, evaluasi dilakukan dalam interval waktu pelajaran dimulai hingga saat berakhirnya kegiatan belajar mengaja. Selama kegiatan belajar mengajar dilaksanakan hendaknya guru mengevaluasi setiap langkah atau kegiatan yang sedang dilaksanakan. Pelaksanaan evaluasi bisa melalui tanya jawab lisan dalam setiap kegiatan belajar mengajar, kuis, tes, atau minimal intropeksi diri. Setelah kegiatan belajar mengajar berlangsung, dapat dilaksanankan evaluasi terhadap hasil pencapaian belajar siswa, baik itu individual maupun kelompok. Dari hasil evaluasi tersebut dapat diketahui kelemahan dan kelebihan siswa dalam memahami konsep-konsep yang telah dipelajari.

2.      Fungsi Evaluasi Pembelajaran
Fungsi evaluasi di dalam pendidikan tidak dapat dilepaskan dari tujuan evaluasi itu sendiri. Evaluasi sebagai suatu tindakan atau proses (dalam jurnal zainal Arifin) secara umum memiliki tiga fungsi pokok, yaitu mengukur kemajuan, menunjang penyusunan rencana, dan memperbaiki atau melakukan penyempurnaan kembali. Di  bawah ini ada beberapa fungsi dari evaluasi dilihat dari beberapa segi (dalam blog Ari Juniar Susanto):
·         Secara psikologis, peserta didik perlu mengetahui prestasi belajarnya, sehingga peserta didik merasakan kepuasan dan ketenangan. Bagi guru evaluasi dapat dijadikan pedoman untuk langkah selanjutnya.
·         Secara sosiologis, untuk mengetahui apakah peserta didik sudah cukup mampu untuk terjun ke masyarakat. Mampu dalam arti dapat berkomunikasi dan beradaptasi dengan seluruh lapisan masyarakat dengan segala karakteristiknya.
·         Secara didaktis-metodis, evaluasi berfungsi untuk membantu guru dalam menempatkan peserta didik pada kelompok tertentu  sesuai dengan kemampuan dan kecakapannya masing-masing. Bagi siswa evaluasi dapat memberikan motivasi untuk memperbaiki, meningkatkan dan mempertahankan prestasi.
·         Untuk mengetahui kedudukan peserta didik diantara teman-temannya, apakah ia termasuk anak yang pandai, sedang atau kurang.
·         Untuk mengetahui taraf kesiapan peserta didik dalam menempuh program pendidikannya.
·         Untuk membantu guru dalam memberikan bimbingan dan seleksi, baik dalam rangka menentukan jenis pendidikan, jurusan maupun kenaikan tingkat/kelas.
·        Secara administratif, evaluasi berfungsi untuk memberikan laporan tentang kemajuan peserta didik kepada pemerintah, pimpinan/kepala sekolah, guru/instruktur, termasuk peserta didik itu sendiri.

Postingan populer dari blog ini

Laporan Bacaan Pertemuan 5

Laporan Baca Pertemuan 2

Laporan Bacaan Pertemuan 3