Laporan Baca Pertemuan 1
Dr.Meriyati,M.pd
Di dalam buku ini mengatakan bahwa karakteristik peserta didik berbeda-beda. Sehingga guru perlu memahami karakteristik anak agar dengan mudah untuk mengelola segala sesuatu yang berkaitan dengan pembelajaran termasuk juga pemilihan strategi pengelolaan. Dan guru harus mengenal karakteristik peserta didik karena dengan mengenal karakteristik peserta didik itu akan membantu guru dalam mengantarkan mereka untuk mengejar cita-cita yang diinginkan.
Di buku ini menjelaskan beberapa manfaat Memahami karakter anak didik atau peserta didik. Adapun manfaat bagi guru mengenal dan memahami karakter peserta didik adalah akan dapat memetakan kondisi peserta didik sesuai dengan karakternya masing-masing, guru dapat memberikan pelayanan prima dan memberi tugas sesuai dengan kebutuhan dan kesanggupan peserta didiknya dan guru juga dapat mengembangkan potensi yang dimiliki mereka berupa minat bakat dan kegemarannya dan berusaha menekan potensi negatif yang mungkin muncul dari karakter anak didik yang tidak baik dimilikinya.
Setiap peserta didik memiliki karakter dan gaya belajar yang berbeda sebagian dari peserta didik memiliki otak yang mampu menyerap banyak informasi sekaligus namun ada juga yang hanya mampu menyerap dan memproses info sedikit demi sedikit. Ada yang mampu menyimpan dan mengeluarkan kembali informasi dalam otak dengan cepat sementara ada yang melakukan hal tersebut dengan lambat. Banyak peserta didik yang merasa terluka secara emosional merasa gagal dan tidak berarti ketika harus menghadapi kenyataan bahwa mereka tidak bisa memenuhi harapan orang-orang yang ada di sekelilingnya. Atau bahkan tidak mampu memenuhi harapan dan tuntutan orang tua terutama di bidang akademis dalam hal ini guru sebagai fasilitator harus dapat memahami karakter dan gaya belajar peserta didik maka dari itu pentingnya guru mengenal dan memahami karakter peserta didik.
Adapun cara memahami karakter peserta didik dalam buku karya Dr.Meriyati,M.pd yaitu guru hendaknya dibekali dengan ilmu psikologi pendidikan, ilmu psikologi belajar dan ilmu psikologi perkembangan serta ilmu kesulitan anak dalam belajar. Seorang guru dapat berperan sebagai psikolog yang dapat mendidik dan membimbing peserta didiknya dengan benar, memotivasi dan memberi sugesti yang tepat serta memberikan solusi yang tuntas dalam menyelesaikan masalah anak didik dengan memperhatikan karakter dan kejiwaan peserta didiknya.Guru berperan sebagai Tut Wuri Handayani yang memberikan arahan bagi anak didiknya dan mendorong mereka untuk lebih maju ke depan.Guru juga hendaknya mampu berperan sebagai seorang dokter yang memberikan terapi dan obat pada pasien nya sesuai dengan diagnosa nya salah satu diagnosa maka salahJuga terapi dan obat yang diberikan sehingga penyakitnya bukannya sembuh tetapi sebaliknya semakin parah dan demikian pula dengan anak didik atau peserta didik.
Dr.Meriyati,M.pd menjelaskan ada beberapa contoh karakteristik peserta didik diantaranya
Senang bermain, selalu ingin tahu, Mudah terpengaruh, suka meniru, manja, berani, kreatif, dan lain-lain. Sebelum memahami karakteristik peserta didik guru juga Seharusnya memahami terlebih dahulu pemahaman tentang dirinya sendiri. Tanpa pemahaman yang luas dan mendalam tentang diri sendiri dan orang lain maka guru tidak akan memahami karakteristik peserta didik jadi harus dilakukannya penguasaan secara menyeluruh.
Setiap guru harus dapat memahami karakteristik peserta didik sesuai dengan tingkat pendidikannya yaitu karakteristik anak usia Sekolah Dasar (SD), karakteristik anak usia Sekolah Menengah (SMP) dan karakteristik anak usia Sekolah Menengah Atas (SMA).
Selain itu di dalam buku ini juga membahas tentang karakteristik Anak berbakat. Anak berbakat dalam pandangan Paul E.Vemon adalah dorongan rasa ingin tau secara intelektual yang cukup tinggi pada anak.anak berbakat mempunyai daya abstrak dan merangkai fakta,sehingga terbentuk pola hubungan sebab akibat maupun logika berpikir lainnya. Anak berbakat juga memiliki minat luas kemampuan dan kesiapan belajar tinggi konsentrasi danKetekunan sarjana sifat tidak mudah putus asa dalam mencari pemecahan masalah. Anak berbakat perlu dibiasakan berproses kreatif sebagai obat-obatan menghasilkan produk kreatif secara nyata.
Di dalam buku ini menjelaskan tentang anak-anak berbakat istimewa secara alami yang memiliki karakteristik khas yang membedakannya dengan anak-anak normal. Karakteristik ini mencangkup beberapa domain penting termasuk didalamnya domain intelektual,kognitif emosi, domain motivasi dan nilai-nilai hidup. Namun demikian perlu dicatat bahwa anak tidak semua anak-anak berbakat atau istimewa selalu menunjukkan memiliki semua karakteristik yang disebutkan di dalam daftar ini.
Banyak pengalaman yang sudah dicatat oleh ahli-ahli keterbakatan di negara maju di Eropa dan Amerika. Sejak bayi anak-anak berbakat telah menunjukkan karakteristik sebagai bayi gifted. Yang mempunyai perkembangan yang sangat cepat dengan kapasitas yang besar ditandai antara lain banyak bergerak,sangat alert, dan banyak menuntut perhatian misalnya muda dan selalu menangis serta keras kepala jika kemauannya tidak dituruti.kesulitan pengasuh mulai datang saat anak berusia 2-3 tahun.
Menurut buku yang saya baca bahwa anak berbakat ialah mereka yang karena memiliki kemampuan kemampuan yang unggul mampu memberikan prestasi yang tinggi. Dengan mengetahui segala Kemampuan kemampuan yang dimiliki oleh anak yang berbakat. Anak berbakat sering kali lebih cepat bergaul dengan anak-anak yang lebih tua dari usia mereka yang memiliki keunggulan dalam bidang yang jatuh dengan orang-orang dewasa, karena jika ia bermain dengan teman sebayanya rasanya kurang berimbang dalam hal ini para orang tua dan guru harus memakluminya dan membiarkannya sejauh itu tidak merugikan perkembangan yang lain.
Selain itu anak berbakat mampu memahami banyak kata dibanding anak baiknya rasa ingin tahu anak berbakat membuatnya selalu bertanya sehingga Salah satu ciri anak berbakat adalah kaya kosakata dan lebih maju dari anak lainnya. Dalam bahasa ekspresif, anak berbakat Menunjukkan kemampuan lebih titik pemilihan katanya banyak dan beragam, sehingga terlihat berwarna, gaya kata sinonim, dan secara jelas menyebutkan benda yang dilihatnya dengan rinci kata lain yang mengikuti penjelasan benda tersebut. Dr.Meriyanti,M.pd menjelaskan kebanyakan anak berbakat mampu membaca sebelum masuk sekolah dasar. ada anak usia kurang dari 1 tahun, telah mampu menyadari buku bergambar yang dipegangnya terbalik titik begitu juga perilaku anak berbakat nya sama-sama usia dibawah 3 tahun, yang belum bisa baca, namun seolah membaca dari kiri ke kanan dan Membuka halaman satu per satu.Anak berbakat memiliki banyak para jam, pertanyaan berapa lama, Berapa jauh, Berapa banyak dan berapa harganya
