Laporan Bacaan Pertemuan 5
Manajemen Peserta Didik
Manajemen peserta didik diartikan sebagai suatu usaha untuk mengatur, mengawasi, dan melayani berbagai hal yang memiliki kaitan dengan peserta didik agar peserta didik mampu mencapai tujuan pembelajaran di sekolah, mulai dari peserta didik tersebut masuk sekolah sampai peserta didik tersebut lulus dari sekolah. Manajemen peserta didik juga dapat diartikan sebagai suatu proses pengurusan segala hal yang berkaitan dengan siswa di suatu sekolah mulai dari perencanaan, penerimaan siswa, pembinaan yang dilakukan selama siswa berada di sekolah, sampai dengan siswa menyelesaikan pendidikannya di sekolah.
Dengan kata lain manajemen kesiswaan merupakan keseluruhan proses penyelenggaraan usaha kerjasama dalam bidang kesiswaan dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran di sekolah.
Dengan demikian manajemen peserta didik itu bukanlah dalam bentuk kegiatan-kegiatan pencatatan peserta didik saja, melainkan meliputi aspek yang lebih luas lagi, yang secara operasional dapat dipergunakan untuk membantu kelancaran upaya pertumbuhan dan perkembangan peserta didik melalui proses pendidikan.
Fungsi Manajemen Peserta Didik :
Manajemen peserta didik berfungsi sebagai sarana bagi peserta didik untuk mengembangkan diri seoptimal mungkin, baik individu, sosial, aspirasi, kebutuhan dan potensi lainnya. Secara umum fungsi manajemen peserta didik adalah sebagai wahana bagi peserta didik untuk mengembangkan diri seoptimal mungkin, baik yang berkenaan dengan segi-segi individualitasnya, sosialnya, aspirasinya, kebutuhannya, dan potensi lain peserta didik.
Fungsi manajemen peserta didik secara khusus dirumuskan sebagai berikut:
1. Fungsi yang berkenaan dengan pengembangan individualitas peserta didik, ialah agar mereka dapat mengembangkan potensi-potensi individualitasnya tanpa banyak terhambat. Potensi-potensi bawaan tersebut meliputi: kemampuan umum (kecerdasan), kemampuan khusus (bakat), dan kemampuan lainnya.
2. Fungsi yang berkenaan dengan pengembangan fungsi sosial peserta didik ialah agar peserta didik dapat mengadakan sosialisasi dengan sebayanya, dengan orang tua dan keluarganya, dengan lingkungan sosial sekolahnya, dan lingkungan sosial masyarakatnya. Fungsi ini berkaitan dengan hakikat peserta didik sebagai makhluk sosial.
3. Fungsi yang berkenaan dengan penyaluran aspirasi dan harapan peserta didik, ialah agar peserta didik dapat menyalurkan hobi, kesenangan, dan minat. Hobi, kenangan, dan minat peserta didik patut disalurkan karena dapat menunjang perkembangan diri peserta didik secara keseluruhan.
4. Fungsi yang berkenaan dengan pemenuhan kebutuhan dan kesejahteraan peserta didik ialah agar peserta didik sejahtera dalam hidupnya. Kesejahteraan demikian sangat penting karena dengan demikian ia akan juga turut memikirkan kesejahteraan sebayanya.
Prinsip-prinsip Manajemen Peserta Didik :
Prinsip manajemen peserta didik mengandung arti bahwa dalam rangka. me-manage peserta didik, prinsip-prinsip yang disebutkan di bawah ini haruslah selalu dipegang dan dipedomani. Prinsip-prinsip manajemen peserta didik tersebut adalah sebagai berikut:
1. Dalam mengembangkan program manajemen kepesertadidikkan, penyelenggara harus mengacu pada peraturan yang berlaku pada saat program dilaksanakan.
2. Manajemen peserta didik dipandang sebagai bagian dari keseluruhan manajemen sekolah. Oleh karena itu, ia harus mempunyai tujuan yang sama dan/atau mendukung terhadap tujuan manajemen sekolah secara keseluruhan. Ambisi sektoral manajemen peserta didik tetap ditempatkan dalam kerangka manajemen sekolah. Ia tidak boleh ditempatkan di luar sistem manajemen sekolah.
3. Segala bentuk kegiatan manajemen peserta didik haruslah mengemban misi pendidikan dan dalam rangka mendidik para peserta didik. Segala bentuk kegiatan, baik itu ringan, berat, disukai atau tidak disukai oleh peserta didik, haruslah diarahkan untuk mendidik peserta didik dan bukan untuk yang lainnya.
4. Kegiatan-kegiatan manajemen peserta didik haruslah diupayakan untuk mempersatukan peserta didik yang mempunyai aneka ragam latar belakang dan punya banyak perbedaan. Perbedaan-perbedaan yang ada pada peserta didik tidak diarahkan bagi munculnya konflik di antara mereka melainkan justru mempersatukan dan saling memahami dan menghargai. Sehingga setiap peserta didik memiliki wahana untuk berkembang secara optimal.
5. Kegiatan manajemen peserta didik haruslah dipandang sebagai upaya pembimbingan peserta didik. Oleh karena membimbing, haruslah terdapat ketersediaan dari pihak yang dibimbing yaitu peserta didik. Pembimbingan tidak akan terlaksana dengan baik manakala peserta didik tidak mau dibimbing.
6. Kegiatan manajemen peserta didik haruslah mendorong kemandirian peserta didik.
Prinsip kemandirian demikian akan bermanfaat bagi peserta didik tidak hanya ketika di sekolah, melainkan juga ketika sudah terjun ke masyarakat. Ini mengandung arti bahwa ketergantungan peserta didik sedikit demi sedikit dihilangkan melalui kegiatan-kegiatan manajemen peserta didik.
7. Kegiatan yang diberikan kepada peserta didik harus fungsional bagi kehidupan peserta didik baik di sekolah atau di masyarakat.
Selain itu, terdapat prinsip-prinsip manajemen pelayanan peserta didik, yaitu sebagai berikut:
1. Dalam membangun program manajemen peserta didik, penyelenggaraan harus mengacu pada peraturan yang berlaku pada saat program dilaksanakan.
2. Manajemen peserta didik dipandang sebagai bagian keseluruhan manajemen sekolah. Oleh karena itu harus mempunyai tujuan yang sama dan/atau mendukung terhadap tujuan manajemen sekolah secara keseluruhan.
3. Segala bentuk kegiatan manjemen peserta didik haruslah mengemban misi pendidikan dan dalam rangka mendidik peserta didik.
Ada dua pendekatan yang digunakan dalam manajemen peserta didik. Pertama, pendekatan kuantitatif (the quantitative approach). Pendekatan ini lebih menitikberatkan pada segi-segi administratif dan birokratik lembaga pendidikan. Dalam pendekatan demikian, peserta didik diharapkan banyak memenuhi tuntutan-tuntutan dan harapan-harapan lembaga pendidikan di tempat peserta didik tersebut berada. Asumsi pendekatan ini adalah, bahwa peserta didik akan dapat matang dan mencapai keinginannya, manakala dapat memenuhi aturan-aturan, tugas-tugas, dan harapan-harapan yang diminta oleh lembaga pendidikan. Wujud pendekatan ini dalam manajemen peserta didik secara operasional adalah: a. Mengharuskan kehadiran secara mutlak bagi peserta didik di sekolah; b. Memperketat presensi; c. Penuntutan disiplin yang tinggi; d. Menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan kepadanya. Kedua, pendekatan kualitatif (the qualitative approach). Pendekatan ini lebih memberikan perhatian pada kesejahteraan peserta didik. Pendekatan kualitatif ini lebih diarahkan agar peserta didik senang. Asumsi dari pendekatan ini adalah, jika peserta didik senang dan sejahtera, maka mereka dapat belajar dengan baik serta senang mengembangkan diri mereka sendiri di lembaga pendidikan seperti sekolah.
Ruang lingkup manajemen peserta didik meliputi beberapa kegiatan yaitu: perencanaan peserta didik (analisis kebutuhan peserta didik); rekrutmen peserta didik; seleksi peserta didik; penerimaan peserta didik baru, orientasi peserta didik baru; penempatan peserta didik; pencatatan dan pelaporan peserta didik; kelulusan dan alumni; pembinaan dan pengembangan peserta didik; evaluasi peserta didik; dan mutasi peserta didik.
Sumber Bacaan:
Rifa’i, Muhammad, Rusydi Ananda, and Muhammad Fadhli. Manajemen peserta didik (Pengelolaan peserta didik untuk efektivitas pembelajaran). Cv. Pusdikra Mitra Jaya, 2018.
Setiawan, Hasrian Rudi. Manajemen Peserta Didik: Upaya Peningkatan Kualitas Lulusan. Vol. 1. Umsu press, 2021.
Aprianto, Iwan, et al. Manajemen Peserta Didik Penerbit Lakeisha, 2020.