Laporan Bacaan Pertemuan 10

SISTEM EVALUASI


Dari yang saya membahas tentang sistem evaluasi, baiklah akan kita bahas mengenai sistem evaluasi. Dari yang saya baca menganalisa tentang konsep evaluasi dalam dunia pembelajaran secara niscaya akan dihadapkan kepada beberapa perspektif bangunan pemikiran yang diberikan oleh para ahli. Meskipun secara eksistensial paradigmatik probabilitas dari pemikiran tersebut beraneka ragam, namun tinjauan pemikirannya niscaya mengarah kepada kesatuan orientasi pemikiran demi tegaknya perumusan tentang kurikulum itu sendiri. Rusman (2012: 114-119) dalam penjelasannya tentang evaluasi menegaskan bahwa terdapat empat rumus deskriptif yang bisa dijadikan pijakan dalam rumusan evaluasi. Adapun keempat rumusan tersebut, pertama; measurement. Konsep measurement dalam evaluasi pembelajaran menunjuk kepada penekanan penting atas objektivitas dalam proses evaluasi. Aspek objektivitas yang ditekankan oleh konsep ini perlu dijadikan landasan yang terus-menerus di dalamrangka mengembangkan konsep dan sistem evaluasi kurikulum. Di samping itu, pendekatan yang digunakan oleh konsep ini masih sangat besar pengaruhnya dan diraskan faedahnya dalam berbagai kegiatan pendidikan, seperti seleksi dan klasifikasi siswa, pemberian nilai di sekolah, dan kegiatan penelitian pendidikan.

Hasil evaluasi diperlukan dalam rangka penyempurnaan program, bimbingan pendidikan, dan pemberian informasi kepada pihak- pihak di luar pendidikan. Objek evaluasi dititikberatkan pada hasil belajar dalam bentuk kognitif, psikomotorik, maupun nilai dan sikap. Jenis data yang dikumpulkan adalah data objektif khususnya skor hasil tes. Pengembangan dalam konsep congruence ini menjadi data penghubung antara kegiatan evaluasi dengan tujuan Pendidikan untuk mengkaji efektivitas kurikulum yang sedang dikembangkan. Dengan kata lain, konsep congruence ini telah memperlihatkan adanya “high degree of integration with the instructional process”. evaluasi pada dasarnya adalah perbandingan antara performance setiap dimensi program dan kriteria yang akan berakhir dengan suatu deskripsi dan judgement. Hasil evaluasi diperlukan untuk penyempurnaan program dan penyimpulan hasil program secara keseluruhan. Objek evaluasi mencakup input (bahan, rencana, peralatan), proses dan hasil yang dicapai dalam arti yang lebih luas. Jenis data yang dikumpulkan meliputi baik data objektif maupun data subjektif (judgement antara lain data).

Membaca beberapa deskripsi di atas tampak bahwa evaluasi merupakan bagian dari sistem manajemen, yaitu perencanaan, organisasi, pelaksanaan, dan evaluasi. Kurikulum juga dirancang dari tahap perencanaan, organisasi, kemudian pelaksanaan dan akhirnya monitoring dan evaluasi. Secara terperinci pula penjelasan tersebut menjelaskan bahwa evaluasi bertujuan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menyajikan data untuk bahan penentuan keputusan mengenai kurikulum apakah akan direvisi atau diganti.

Evaluasi merupakan suatu proses berkelanjutan tentang pengumpulan dan penafsiran informasi untuk menilai keputusan-keputusan yang dibuat dalam merancang suatu sistem pembelajaran. Pengertian tersebut memiliki tiga implikasi rumusan. Berikut ini implikasi tersebut :

1.Evaluasi adalah suatu proses yang terus menerus, sebelum, sewaktu dan sesudah proses belajar mengajar.

2.Proses evaluasi senantiasa diarahkan ke tujuan tertentu, yakni untuk mendapatkan jawaban-jawaban tentang bagaimana memperbaiki pengajaran.

3.Evaluasi menuntut penggunaan alat-alat ukur yang akurat dan bermakna untuk mengumpulkan informasi yang dibutuhkan guna membuat keputusan.

Tujuan evaluasi adalah untuk melihat dan mengetahui proses yang terjadi dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran memiliki 3 hal penting yaitu input, transformasi dan output. Input adalah peserta didik yang telah dinilai kemampuannya dan siap menjalani proses pembelajaran. Transformasi adalah segala unsur yang terkait dengan proses pembelajaran yaitu guru, media dan bahan belajar, metode pengajaran, sarana penunjang dan sistem administrasi. Sedangkan output adalah capaian yang dihasilkan dari proses pembelajaran. faktor yang paling penting dalam evaluasi itu bukan pada pemberian angka. Melainkan sebagai dasar feedback (umpan balik). Umpan balik itu sendiri sangat penting dalam rangka revisi. Sebab proses belajar mengajar itu berkelanjutan, karenanya perlu selalu melakukan penyempurnaan dalam rangka mengoptimalkan pencapaian tujuan.

Objek atau sasaran evaluasi pendidikan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan atau proses pendidikan, yang dijadikan titik pusat perhatian atau pengamatan, karena pihak penilai (evaluator) ingin memperoleh informasi tentang kegiatan atau proses pendidikan tersebut. Dalam UU No. 20 tahun 2003 pasal 57 ayat 2 menyatakan bahwa evaluasi dilakukan terhadap peserta didik, lembaga, dan program pendidikan pada jalur formal dan nonformal untuk semua jenjang, satuan, dan jenis pendidikan. Sedangkan, subjek evaluasi pendidikan adalah orang yang melakukan evaluasi dalam bidang pendidikan.

Menurut Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 pasal 78 dinyatakan bahwa evaluasi pendidikan meliputi:

1. Evaluasi kinerja pendidikan yang dilakukan oleh satuan pendidikan sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan;

2. Evaluasi kinerja pendidikan oleh Pemerintah;

3. Evaluasi kinerja pendidikan oleh Pemerintah Daerah Provinsi;

4. Evaluasi kinerja pendidikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota; dan

5. Evaluasi oleh lembaga evaluasi mandiri yang dibentuk masyarakat atau organisasi profesi untuk menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan.

Ruang lingkup evaluasi dalam pendidikan sekurang-kurangnya meliputi:

1. Tingkat kehadiran peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan;

2. Pelaksanaan kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler;

3. Hasil belajar peserta didik; dan

4. Realisasi anggaran. (Peraturan Pemerintah No 19 tahun 2005 pasal 79). Subjek evaluasi untuk setiap tes ditentukan oleh suatu aturan pembagian tugas atau ketentuan yang berlaku. Ada pandangan mengatakan ketika siswa menjadi subjek evaluasi pendidikan, dalam hal ini objek evaluasi adalah mata pelajarannya. Pandangan lain adalah guru menjadi subjek evaluasi, dan siswa sebagai objek evaluasi.


Dalam merencanakan dan melakukan evaluasi pembelajaran, seorang guru hendaknya selalu berpegang pada prinsip-prinsip tersebut. Hal ini dimaksudkan agar guru dapat bertindak dan berusaha seobjektif mungkin dalam mengadakan evaluasi.

Kegiatan evaluasi dapat dilakukan dengan menggunakan bermacam-macam metode, tergantung pada bidang yang akan dievaluasi dan output yang diinginkan.

Perlu dicatat bahwa evaluasi berbeda dengan pengukuran dan penilaian. Evaluasi adalah proses menentukan nilai, sedangkan pengukuran adalah membandingkan hasil dengan standar yang sudah ditetapkan, dan penilaian adalah pengambilan keputusan menggunakan informasi hasil pengukuran.


Postingan populer dari blog ini

Laporan Bacaan Pertemuan 5

Laporan Baca Pertemuan 2

Laporan Bacaan Pertemuan 3